TOEFL · Speaking · Teknologi & Kehidupan Digital

TOEFL Speaking: Teknologi & Kehidupan Digital — Prediksi Topik & Latihan 2026

Teknologi adalah salah satu kategori topik yang paling sering muncul di bagian Take an Interview TOEFL 2026. Pertanyaan mencakup smartphone, media sosial, pembelajaran online, aplikasi, dan bagaimana teknologi memengaruhi kehidupan sehari-hari mahasiswa. Panduan ini menyediakan contoh pertanyaan latihan, contoh jawaban 45 detik, strategi menjawab, dan kesalahan umum yang perlu dihindari.

Berdasarkan pola soal TOEFL yang umum dan prediksi topik · Oleh Tim Riset LingoLeap

Pertanyaan

4 / tes

Durasi Jawaban

45 detik

Topik

Teknologi

Apakah teknologi sering muncul sebagai topik TOEFL Speaking?

Ya. Teknologi dan kehidupan digital adalah salah satu kategori yang paling sering diuji di bagian TOEFL Speaking Interview 2026. Berdasarkan pola soal TOEFL yang umum, pertanyaan tentang aplikasi dan alat belajar, media sosial, pembelajaran online vs. tatap muka, kebiasaan penggunaan layar muncul secara rutin karena berkaitan langsung dengan pengalaman sehari-hari mahasiswa. Mempersiapkan jawaban untuk topik-topik ini akan memberimu fondasi yang kuat untuk hari ujian.

Mengapa Topik Teknologi Sering Muncul

TOEFL Speaking Interview dirancang untuk menguji kemampuanmu berbicara secara alami tentang topik-topik yang dihadapi mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi sangat cocok untuk tujuan ini — hampir setiap mahasiswa menggunakan smartphone, aplikasi, media sosial, dan platform pembelajaran online sebagai bagian dari rutinitas akademis dan sosial mereka.

Pertanyaan tentang teknologi juga cocok untuk semua empat tingkat kesulitan interview. Pertanyaan awal mungkin menanyakan tentang aplikasi tertentu yang kamu gunakan untuk sekolah (personal dan faktual), sementara pertanyaan berikutnya mungkin menanyakan apakah media sosial membantu atau merugikan mahasiswa (pendapat dengan alasan). Rentang ini memungkinkan penilai mengevaluasi kelancaran dasar sekaligus kemampuanmu mengembangkan argumen di bawah tekanan waktu.

Karena teknologi berkembang pesat, pertanyaan-pertanyaan ini terasa relevan dan mudah dikaitkan dengan pengalaman nyata. Kamu tidak perlu keahlian teknis — cukup kemampuan untuk membicarakan kebiasaan digital dan preferensimu sendiri dengan alasan yang jelas dan contoh yang spesifik.

32 Soal Latihan — 8 Set Interview

Setiap set mensimulasikan urutan lengkap TOEFL Take an Interview: sebuah skenario diikuti empat pertanyaan yang semakin kompleks (faktual, pengalaman, pendapat, spekulatif). Klik pertanyaan mana saja untuk melihat contoh jawabannya.

Set Interview 1 dari 8

Skenario: A university research team is conducting a study on digital literacy among college students. You have been invited to participate in a recorded interview about your technology skills and habits.

1
P1 — Faktual

Alat atau platform digital apa yang paling sering kamu gunakan untuk kegiatan perkuliahan?

Contoh Jawaban

Alat digital yang paling sering saya andalkan untuk perkuliahan adalah Google Docs, aplikasi manajemen referensi bernama Zotero, dan sistem manajemen pembelajaran kampus. Saya menggunakan Google Docs untuk hampir setiap tugas menulis karena tersimpan otomatis dan memungkinkan kolaborasi dengan teman sekelas secara langsung. Zotero membantu saya mengatur sumber referensi penelitian agar tidak kehilangan jejak artikel dan buku yang perlu dikutip. Saya juga mengecek sistem manajemen pembelajaran beberapa kali sehari untuk pengumuman, unggahan tugas, dan pembaruan nilai. Ketiga alat ini bersama-sama membentuk tulang punggung cara saya mengelola pekerjaan akademis secara digital.

2
P2 — Pengalaman

Bisakah kamu ceritakan pengalaman ketika kurangnya keterampilan digital menciptakan tantangan bagimu di sekolah?

Contoh Jawaban

Pada semester pertama, saya kesulitan memformat makalah penelitian karena tidak tahu cara menggunakan fitur gaya dan referensi di pengolah kata. Saya menghabiskan berjam-jam mengatur judul secara manual dan membuat daftar pustaka dengan tangan, yang memakan waktu jauh lebih lama dari seharusnya. Seorang teman memperhatikan saya kesulitan di perpustakaan dan mengajari cara menggunakan pemformatan otomatis dan alat kutipan, yang sepenuhnya mengubah alur kerja saya. Pengalaman itu mengajarkan pentingnya mempelajari fitur perangkat lunak melampaui hal-hal dasar. Sejak saat itu, saya membiasakan diri menonton video tutorial singkat setiap kali mulai menggunakan alat baru untuk keperluan kuliah.

3
P3 — Pendapat

Apakah kamu pikir universitas harus mewajibkan mata kuliah literasi digital untuk semua mahasiswa baru?

Contoh Jawaban

Saya sangat percaya bahwa universitas harus mewajibkan mata kuliah literasi digital bagi mahasiswa tahun pertama. Banyak mahasiswa tiba di kampus dengan kemampuan menggunakan media sosial, tetapi kurang memiliki keterampilan praktis seperti analisis spreadsheet, manajemen file yang benar, dan mengevaluasi kredibilitas sumber online. Mata kuliah wajib singkat akan menyamakan kesempatan agar mahasiswa dari berbagai latar belakang memulai dengan keterampilan dasar yang sama. Ini juga akan menghemat waktu di kemudian hari karena dosen tidak perlu mengajarkan keterampilan teknologi dasar selama kuliah mereka sendiri. Mata kuliah ini tidak perlu panjang atau sulit, tetapi bahkan beberapa minggu pelatihan terstruktur akan membuat perbedaan yang berarti.

4
P4 — Spekulatif

Bagaimana menurutmu persyaratan literasi digital untuk mahasiswa akan berubah dalam satu dekade ke depan?

Contoh Jawaban

Saya pikir ekspektasi literasi digital akan berkembang secara signifikan dalam sepuluh tahun ke depan. Saat ini, mahasiswa terutama perlu tahu cara menggunakan perangkat lunak produktivitas dan menavigasi database online. Di masa depan, saya perkirakan universitas juga akan mewajibkan pemahaman dasar analisis data, alat AI, bahkan konsep coding sederhana terlepas dari jurusan. Seiring semakin banyak industri mengintegrasikan otomasi dan alur kerja digital, lulusan yang kurang memiliki keterampilan ini akan berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan. Saya juga pikir etika digital dan kesadaran privasi akan menjadi bagian standar kurikulum karena risiko misinformasi dan penyalahgunaan data terus bertumbuh. Pada dasarnya, literasi digital akan berkembang dari keterampilan yang berguna menjadi kebutuhan mutlak.

Set Interview 2 dari 8

Skenario: The university IT department is conducting a user experience survey to improve campus technology services. You have been selected to share your experience with campus tech infrastructure.

5
P1 — Faktual

Layanan teknologi kampus mana yang kamu gunakan secara rutin, dan seberapa sering?

Contoh Jawaban

Saya menggunakan jaringan Wi-Fi kampus setiap hari, baik di kelas maupun di perpustakaan, sehingga konektivitas yang andal sangat penting bagi saya. Saya juga menggunakan sistem email universitas setiap hari untuk berkomunikasi dengan dosen dan menerima pengumuman resmi. Portal mahasiswa online adalah sesuatu yang saya cek setidaknya tiga kali seminggu untuk pendaftaran, pembaruan beasiswa, dan permintaan transkrip. Selain itu, saya menggunakan sistem database digital perpustakaan beberapa kali sebulan ketika membutuhkan artikel jurnal akademis untuk makalah penelitian. Setiap layanan ini berperan langsung dalam kemampuan saya untuk tetap terorganisir dan mengikuti tanggung jawab akademis.

6
P2 — Pengalaman

Ceritakan pengalaman frustasi yang pernah kamu alami dengan teknologi kampus.

Contoh Jawaban

Semester lalu, Wi-Fi kampus mati hampir seharian penuh tepat sebelum pekan ujian tengah semester, dan itu sangat menegangkan. Saya sedang di perpustakaan mencoba mengumpulkan makalah yang tenggat waktunya tengah malam, dan saya tidak dapat mengakses sistem manajemen pembelajaran sama sekali. Beberapa teman sekelas dan saya akhirnya pergi ke kedai kopi di luar kampus hanya untuk menemukan koneksi yang stabil. Yang paling buruk adalah universitas tidak mengirimkan pemberitahuan apapun tentang pemadaman itu, sehingga kami tidak tahu kapan akan diperbaiki. Pengalaman itu menunjukkan betapa kita semua bergantung pada infrastruktur kampus dan betapa pentingnya memiliki rencana cadangan serta komunikasi yang jelas saat terjadi gangguan layanan.

7
P3 — Pendapat

Apa satu peningkatan terpenting yang bisa dilakukan departemen IT untuk teknologi kampus?

Contoh Jawaban

Menurut saya, peningkatan terpenting adalah memperkuat dan memperluas jaringan Wi-Fi kampus. Internet yang andal adalah fondasi untuk hampir semua yang dilakukan mahasiswa secara akademis, mulai dari menghadiri jam kantor virtual hingga mengumpulkan tugas dan mengakses materi perkuliahan. Di beberapa gedung di kampus, terutama yang lebih tua, koneksinya lambat atau sering terputus saat jam sibuk. Meningkatkan kapasitas jaringan dan memastikan cakupan yang konsisten di semua gedung akan memberikan dampak positif terbesar bagi jumlah mahasiswa terbanyak. Peningkatan lain juga penting, tetapi tanpa Wi-Fi yang andal, tidak ada layanan digital lain yang dapat berfungsi dengan baik.

8
P4 — Spekulatif

Jika universitas memiliki anggaran tak terbatas untuk teknologi, layanan kampus futuristik apa yang ingin kamu minta mereka bangun?

Contoh Jawaban

Jika anggaran bukan masalah, saya sangat ingin universitas membangun asisten akademis personal berbasis AI yang terintegrasi dengan semua sistem kampus. Bayangkan satu platform yang mengetahui jadwal kuliahmu, melacak tenggat tugas, menyarankan sumber perpustakaan yang relevan berdasarkan proyek yang sedang kamu kerjakan, bahkan merekomendasikan kelompok belajar dengan teman sekelas yang mengerjakan topik serupa. Platform ini bisa mengirimkan pengingat cerdas yang beradaptasi dengan kebiasaanmu, seperti mendorongmu untuk mulai mengerjakan makalah lebih awal jika mendeteksi kamu cenderung mengumpulkan mendekati tenggat. Sistem terintegrasi semacam ini akan menghilangkan banyak hambatan administratif yang menyita waktu dari proses belajar yang sebenarnya dan membuat seluruh pengalaman kampus terasa terhubung dengan mulus.

Set Interview 3 dari 8

Skenario: You are being interviewed for a classmate's media studies project about how young people consume and interact with digital media. The interview will be used in a class presentation.

9
P1 — Faktual

Jenis media digital apa yang kamu konsumsi pada hari biasa?

Contoh Jawaban

Pada hari biasa, saya mengonsumsi beberapa jenis media digital. Di pagi hari, saya biasanya membuka aplikasi berita untuk membaca berita terkini sambil sarapan. Saat jeda antar kuliah, saya mengecek platform media sosial seperti Instagram dan kadang menonton video singkat di YouTube. Di malam hari, saya sering menonton serial televisi atau dokumenter di platform streaming sebagai cara bersantai. Saya juga mendengarkan podcast selama perjalanan, biasanya yang berkaitan dengan sains atau peristiwa terkini. Secara keseluruhan, media digital sudah menyatu dengan hampir setiap bagian rutinitas harian saya, dari mencari informasi hingga bersantai di akhir hari.

10
P2 — Pengalaman

Bisakah kamu berbagi pengalaman di mana sesuatu yang kamu lihat di media sosial secara signifikan memengaruhi keputusan yang kamu buat?

Contoh Jawaban

Tahun lalu, saya melihat beberapa postingan di media sosial dari mahasiswa yang telah mengikuti program kuliah di luar negeri di Spanyol, dan foto serta cerita mereka benar-benar menginspirasi saya untuk mendaftar. Sebelum melihat postingan itu, saya tidak pernah serius mempertimbangkan kuliah di luar negeri karena mengira biayanya terlalu mahal dan prosesnya terlalu rumit. Tapi melihat mahasiswa nyata berbagi pengalaman, anggaran, dan tips pendaftaran membuat semuanya terasa bisa dicapai. Saya akhirnya meneliti program tersebut, berbicara dengan penasihat akademis, dan mengajukan lamaran. Saya diterima dan menghabiskan satu semester di Barcelona, yang ternyata menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam karier kuliah saya. Tanpa postingan media sosial itu, saya mungkin tidak akan pernah mengambil langkah tersebut.

11
P3 — Pendapat

Apakah kamu pikir platform media sosial memiliki tanggung jawab untuk membatasi waktu yang dihabiskan pengguna di dalamnya?

Contoh Jawaban

Saya pikir platform media sosial harus mengambil lebih banyak tanggung jawab dalam mengelola waktu yang dihabiskan pengguna untuk scrolling. Perusahaan-perusahaan ini mempekerjakan tim insinyur khusus untuk membuat aplikasi mereka seadiktif mungkin, menggunakan fitur seperti infinite scrolling dan feed konten yang dipersonalisasi. Ketika desainnya sendiri mendorong penggunaan berlebihan, saya pikir perusahaan memiliki kewajiban etis untuk menawarkan perlindungan yang berarti, seperti pengingat penggunaan yang menonjol dan batas waktu default yang bisa disesuaikan pengguna. Beberapa orang berargumen bahwa pengendalian diri adalah tanggung jawab pribadi, dan saya sebagian setuju, tetapi ketika teknologi sengaja dirancang untuk mengalahkan pengendalian diri itu, platform perlu berbagi akuntabilitas.

12
P4 — Spekulatif

Bagaimana menurutmu cara orang mengonsumsi media akan berubah sepuluh tahun dari sekarang dibandingkan saat ini?

Contoh Jawaban

Saya pikir konsumsi media akan menjadi jauh lebih imersif dan terpersonalisasi dalam sepuluh tahun ke depan. Kita sudah melihat tahap awalnya dengan headset virtual reality dan fitur augmented reality di ponsel, dan saya percaya teknologi ini akan menjadi arus utama untuk hiburan dan berita. Alih-alih menonton dokumenter di layar datar, orang mungkin mengalaminya dalam lingkungan yang sepenuhnya imersif. Algoritma AI kemungkinan akan mengkurasi konten dengan sangat presisi sehingga setiap orang melihat feed media yang benar-benar unik dan disesuaikan dengan minat serta suasana hatinya. Perubahan terbesar, bagaimanapun, mungkin adalah semakin kaburnya batas antara kreator dan konsumen, seiring alat untuk memproduksi video dan audio berkualitas tinggi menjadi semakin mudah diakses oleh siapa saja.

Set Interview 4 dari 8

Skenario: You are interviewing for a spot in your university's tech startup incubator program. The interviewer wants to understand your relationship with technology and your entrepreneurial thinking.

13
P1 — Faktual

Teknologi atau aplikasi apa yang paling sering kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan apa fungsinya?

Contoh Jawaban

Teknologi yang paling sering saya gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah Notion, sebuah aplikasi ruang kerja serba ada. Saya menggunakannya untuk mengelola catatan kuliah, melacak tenggat tugas, merencanakan proyek pribadi, bahkan menulis jurnal. Yang membuatnya sangat berguna adalah saya bisa membuat template khusus untuk berbagai keperluan, sehingga catatan kuliah saya memiliki tata letak yang berbeda dari papan perencanaan proyek. Saya mengaksesnya di laptop maupun ponsel, yang berarti informasi saya selalu tersinkronisasi dan tersedia di mana pun saya berada. Aplikasi ini pada dasarnya telah menggantikan aplikasi terpisah untuk mencatat, daftar tugas, dan pengingat kalender, sehingga alur kerja saya jauh lebih sederhana dan terorganisir.

14
P2 — Pengalaman

Ceritakan saat kamu mengidentifikasi masalah yang bisa diselesaikan dengan teknologi.

Contoh Jawaban

Saat mengerjakan proyek kelompok, saya sering memperhatikan bahwa mengkoordinasikan waktu pertemuan selalu menjadi sumber frustrasi utama. Semua orang akan bertukar pesan selama berhari-hari mencoba menemukan waktu yang cocok, dan seseorang pasti ketinggalan atau bingung dengan keputusan akhir. Saya menyadari masalah ini bisa diselesaikan dengan alat penjadwalan sederhana yang mengambil ketersediaan dari kalender masing-masing orang. Saya bahkan membangun prototipe dasar menggunakan pembuat formulir gratis yang memungkinkan anggota kelompok memasukkan slot waktu bebas mereka dan langsung melihat jendela waktu yang tumpang tindih. Memang tidak canggih, tetapi berhasil memangkas waktu penjadwalan kami dari beberapa hari pesan-pesan menjadi sekitar lima menit. Pengalaman itu menunjukkan kepada saya bahwa bahkan solusi teknologi kecil pun bisa menghilangkan hambatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

15
P3 — Pendapat

Apa menurutmu kesenjangan teknologi terbesar yang memengaruhi mahasiswa saat ini?

Contoh Jawaban

Menurut saya, kesenjangan teknologi terbesar bagi mahasiswa saat ini adalah kurangnya alat terjangkau yang terintegrasi untuk mengelola kesehatan mental dan stres akademis. Ada banyak aplikasi untuk produktivitas dan banyak aplikasi untuk meditasi, tetapi sangat sedikit yang menghubungkan keduanya secara bermakna. Mahasiswa sering merasa kewalahan oleh tenggat dan tidak menyadari stres mereka menumpuk sampai menjadi masalah serius. Sebuah alat yang memantau pola beban kerja, menyarankan istirahat pada momen yang tepat, dan menyediakan sumber daya kesehatan mental yang mudah diakses dalam satu platform yang sama bisa membuat perbedaan nyata. Kesenjangan ini ada karena kebanyakan perusahaan teknologi berfokus pada produktivitas atau kesehatan secara terpisah, padahal mahasiswa membutuhkan keduanya yang bekerja bersama.

16
P4 — Spekulatif

Jika kamu bisa membangun aplikasi atau produk teknologi apa pun tanpa batasan, apa yang akan kamu buat dan mengapa?

Contoh Jawaban

Jika tidak ada batasan, saya akan membangun teman belajar berbasis AI yang benar-benar memahami gaya belajar setiap mahasiswa dan beradaptasi secara real time. Sistem ini akan menganalisis cara kamu menyerap informasi — apakah melalui visual, membaca, mendengarkan, atau praktik langsung — lalu menyusun ulang materi kursus apapun agar sesuai dengan format optimalmu. Misalnya, jika kamu belajar paling baik melalui diagram, sistem ini akan secara otomatis mengubah bab buku teks yang padat menjadi peta visual. Sistem ini juga akan memprediksi kapan kamu akan melupakan sesuatu dan mendorong tinjauan pada momen yang tepat menggunakan pengulangan berjarak. Saya percaya teknologi ini bisa secara dramatis mengurangi waktu belajar mahasiswa sekaligus meningkatkan pemahaman mereka, sehingga pendidikan menjadi lebih efisien dan tidak terlalu menegangkan bagi semua orang.

Set Interview 5 dari 8

Skenario: The student wellness center is conducting a study on screen time and its effects on student wellbeing. A researcher is interviewing you about your personal screen habits and health.

17
P1 — Faktual

Kira-kira berapa jam per hari kamu menghabiskan waktu menatap layar, dan aktivitas apa saja yang mengisi waktu itu?

Contoh Jawaban

Pada hari biasa, saya perkirakan menghabiskan sekitar delapan hingga sepuluh jam menatap layar, yang lebih banyak dari yang saya inginkan. Porsi terbesar, sekitar empat hingga lima jam, digunakan untuk pekerjaan akademis seperti menghadiri kuliah online, menulis makalah, dan melakukan penelitian di laptop. Media sosial dan pesan mungkin menyumbang dua jam lagi, terutama saat jeda dan di malam hari. Saya juga menghabiskan sekitar satu jam menonton serial atau video sebelum tidur, dan satu jam lagi untuk tugas-tugas lain seperti mengecek email dan membaca berita. Ketika menjumlahkan semuanya, saya terkejut betapa banyak hari saya melibatkan layar, meskipun sebagian besar terasa perlu untuk keperluan kuliah.

18
P2 — Pengalaman

Pernahkah kamu mencoba mengurangi waktu penggunaan layar? Apa yang terjadi?

Contoh Jawaban

Saat liburan semester lalu, saya menantang diri sendiri untuk membatasi waktu layar non-esensial menjadi dua jam per hari selama dua minggu. Beberapa hari pertama sungguh sulit karena saya terus meraih ponsel karena kebiasaan, terutama saat bosan atau menunggu. Saya mengganti sebagian waktu itu dengan membaca buku fisik dan berjalan-jalan, yang saya temukan cukup menyenangkan. Di akhir dua minggu, tidur saya nyata lebih baik dan saya merasa pikiran kurang berserakan sepanjang hari. Namun, begitu semester baru dimulai, waktu layar saya kembali meningkat karena begitu banyak tugas kuliah yang bersifat digital. Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa mengurangi waktu layar memang bermanfaat, tetapi mempertahankannya memerlukan perubahan struktural, bukan sekadar kemauan keras.

19
P3 — Pendapat

Apakah kamu pikir universitas harus aktif membantu mahasiswa mengelola waktu layar mereka, atau itu tanggung jawab pribadi?

Contoh Jawaban

Saya pikir universitas harus berperan aktif dalam membantu mahasiswa mengelola waktu layar, meskipun pada akhirnya ini adalah keputusan pribadi. Alasannya adalah universitas yang mewajibkan mahasiswa menggunakan layar untuk kuliah, tugas, dan komunikasi, sehingga mereka turut bertanggung jawab atas dampak kumulatifnya. Langkah sederhana seperti menyediakan ruang belajar bebas layar, mendorong dosen memberikan pilihan bacaan cetak, dan memasukkan sumber daya kesehatan digital dalam program orientasi bisa membuat perbedaan nyata. Saya tidak menyarankan universitas memantau atau membatasi penggunaan perangkat pribadi mahasiswa, tetapi menyediakan pendidikan, alat, dan pilihan lingkungan yang mendukung kebiasaan lebih sehat tampaknya sepenuhnya wajar dan berada dalam tanggung jawab mereka.

20
P4 — Spekulatif

Bagaimana menurutmu waktu layar dan kesehatan digital akan terlihat bagi mahasiswa lima tahun dari sekarang?

Contoh Jawaban

Saya pikir dalam lima tahun, kesehatan digital akan diperlakukan seserius kebugaran fisik di kampus-kampus perguruan tinggi saat ini. Saya perkirakan sebagian besar universitas akan mengintegrasikan metrik kesehatan digital ke dalam program kesehatan mahasiswa, menawarkan workshop dan konseling yang secara khusus berfokus pada kebiasaan teknologi. Perangkat dan sistem operasi kemungkinan akan memiliki alat bawaan yang jauh lebih canggih yang melacak bukan hanya total waktu layar tetapi juga kualitas dan dampak emosional dari waktu tersebut. Saya juga pikir kita akan melihat pergeseran menuju komputasi ambien, di mana lingkungan pintar merespons suara dan gerakan, mengurangi kebutuhan untuk menatap layar pada tugas-tugas dasar. Secara keseluruhan, saya percaya kesadaran berkembang cukup cepat sehingga baik institusi maupun perusahaan teknologi akan berinvestasi besar-besaran dalam solusi dalam beberapa tahun ke depan.

Set Interview 6 dari 8

Skenario: The university library is gathering student feedback to improve its digital resources and services. A librarian is interviewing you about how you use the library's online offerings.

21
P1 — Faktual

Sumber daya digital perpustakaan apa yang kamu gunakan, dan bagaimana cara kamu mengaksesnya?

Contoh Jawaban

Saya terutama menggunakan database jurnal online perpustakaan, yang saya akses melalui situs web perpustakaan di laptop. Saya mencari artikel yang telah ditinjau sejawat setiap kali memiliki makalah penelitian atau perlu menemukan bukti pendukung untuk argumen dalam kelas. Saya juga sesekali menggunakan koleksi e-book, terutama ketika salinan fisik sudah dipinjam dan saya perlu mengakses sebuah bab dengan cepat. Sistem reservasi digital perpustakaan adalah sumber daya lain yang rutin saya gunakan untuk memesan ruang belajar untuk proyek kelompok. Saya selalu mengaksesnya melalui browser menggunakan login mahasiswa, dan saya menghargai bahwa semua itu berfungsi baik di dalam maupun di luar kampus, meskipun koneksi di luar kampus terkadang bisa lambat.

22
P2 — Pengalaman

Bisakah kamu ceritakan saat sumber daya digital perpustakaan sangat membantu atau sangat membuat frustrasi untuk digunakan?

Contoh Jawaban

Semester lalu, saya memiliki makalah penelitian tentang dampak ekonomi kerja jarak jauh, dan database digital perpustakaan sangat membantu. Saya bisa mencari berdasarkan topik, memfilter artikel yang telah ditinjau sejawat dari lima tahun terakhir, dan menemukan persis jenis sumber yang diharapkan dosen saya. Saya mengunduh dua belas artikel dalam satu sesi, yang menghemat waktu yang sangat banyak dibandingkan menelusuri jurnal fisik. Namun, di kesempatan lain, saya menemukan platform e-book sangat membuat frustrasi karena hanya mengizinkan satu pengguna mengakses judul tertentu pada satu waktu. Saya membutuhkan sebuah bab dari buku teks populer untuk tugas, dan saya harus terus mengecek selama tiga hari sebelum akhirnya bisa membacanya. Keterbatasan satu pengguna itu terasa usang dan tidak perlu membatasi.

23
P3 — Pendapat

Apa perubahan terpenting yang bisa dilakukan perpustakaan untuk meningkatkan layanan digitalnya bagi mahasiswa?

Contoh Jawaban

Menurut saya, perubahan terpenting adalah mendesain ulang antarmuka pencarian agar lebih intuitif dan modern. Sistem saat ini berfungsi, tetapi terasa usang dibandingkan pengalaman pencarian yang biasa digunakan mahasiswa di platform seperti Google atau marketplace online. Banyak mahasiswa, terutama mahasiswa tahun pertama, merasa bingung menavigasi filter pencarian lanjutan dan kategori database. Antarmuka yang lebih bersih dengan saran pencarian yang lebih cerdas, pratinjau hasil yang jelas, dan opsi pemfilteran yang lebih sederhana akan membuat perbedaan besar dalam seberapa sering mahasiswa benar-benar menggunakan sumber daya digital perpustakaan. Ketika sebuah alat terasa sulit digunakan, mahasiswa beralih ke Google, dan mereka melewatkan sumber akademis berkualitas tinggi yang disediakan perpustakaan.

24
P4 — Spekulatif

Bagaimana menurutmu perpustakaan universitas akan berfungsi secara berbeda dalam sepuluh tahun ke depan seiring teknologi terus berkembang?

Contoh Jawaban

Saya percaya perpustakaan universitas dalam sepuluh tahun akan berfungsi terutama sebagai pusat pengetahuan digital daripada repositori buku fisik. Sebagian besar materi akan sepenuhnya didigitalkan dan dapat diakses dari mana saja, dengan asisten penelitian bertenaga AI yang membantu mahasiswa menemukan sumber yang relevan, merangkum makalah yang kompleks, bahkan menyarankan koneksi antar bidang studi yang berbeda. Ruang perpustakaan fisik masih akan ada, tetapi akan lebih berfokus pada area kerja kolaboratif, laboratorium teknologi, dan lingkungan belajar yang tenang daripada menampung koleksi buku besar. Saya juga pikir perpustakaan akan memainkan peran lebih besar dalam mengajarkan mahasiswa cara mengevaluasi informasi digital secara kritis, karena volume konten online hanya akan terus bertumbuh dan membedakan sumber yang andal dari yang tidak andal akan menjadi keterampilan yang semakin penting.

Set Interview 7 dari 8

Skenario: An education researcher is studying how students experience online learning compared to in-person instruction. You have volunteered to share your perspective in a recorded interview.

25
P1 — Faktual

Berapa banyak mata kuliah yang kamu ikuti saat ini yang melibatkan komponen online, dan platform apa yang mereka gunakan?

Contoh Jawaban

Kelima mata kuliah yang saya ikuti saat ini semuanya memiliki setidaknya beberapa komponen online. Tiga di antaranya menggunakan sistem manajemen pembelajaran universitas, Canvas, untuk memposting tugas, forum diskusi, dan pelacakan nilai. Satu mata kuliah menggunakan Zoom untuk jam kantor virtual mingguan selain Canvas, dan mata kuliah lain mengharuskan kami mengumpulkan presentasi video melalui platform bernama Flip. Bahkan mata kuliah tatap muka saya sangat bergantung pada alat digital karena dosen memposting slide kuliah, bacaan, dan pengumuman secara online. Saya bisa mengatakan bahwa meskipun sebagian besar kuliah saya bertemu secara langsung, platform online sangat penting untuk mengakses materi dan berkomunikasi dengan pengajar di luar jam kelas.

26
P2 — Pengalaman

Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi ketika pertama kali mengikuti mata kuliah dengan komponen online yang signifikan?

Contoh Jawaban

Tantangan terbesar saya adalah mengelola waktu secara efektif tanpa struktur jadwal kelas yang tetap. Ketika kuliah direkam dan tersedia kapan saja, saya terus berkata pada diri sendiri akan menontonnya nanti, dan kemudian saya tertinggal beberapa minggu. Saya juga merasa jauh lebih sulit untuk tetap fokus saat menonton kuliah di laptop di rumah karena begitu banyak gangguan di sekitar. Butuh hampir satu semester penuh untuk mengembangkan disiplin untuk memperlakukan kuliah online seolah-olah itu adalah janji tatap muka dengan waktu yang ditetapkan di kalender saya. Begitu saya mulai memblokir jam khusus untuk kuliah online dan belajar di perpustakaan alih-alih apartemen, performa saya meningkat secara signifikan.

27
P3 — Pendapat

Apakah kamu percaya pembelajaran online memberikan kualitas pendidikan yang sama dengan instruksi tatap muka?

Contoh Jawaban

Saya percaya pembelajaran online bisa menyamai kualitas instruksi tatap muka untuk jenis konten tertentu, tetapi tidak untuk semua. Untuk mata kuliah berbasis ceramah di mana aktivitas utamanya adalah mendengarkan dosen menjelaskan konsep, format online bekerja dengan baik dan bahkan menawarkan keunggulan seperti kemampuan menjeda dan memutar ulang. Namun, untuk mata kuliah yang sangat bergantung pada diskusi, kerja laboratorium, atau praktik langsung, menurut saya instruksi tatap muka jelas lebih unggul. Interaksi spontan yang terjadi di ruang kelas fisik, seperti pertanyaan cepat kepada tetangga atau diskusi kelompok yang tidak direncanakan, sangat sulit direplikasi secara online. Jadi jawaban saya adalah kualitasnya sangat bergantung pada materi subjek dan bagaimana mata kuliah dirancang.

28
P4 — Spekulatif

Menurutmu, bagaimana model pembelajaran universitas yang ideal akan terlihat di masa depan?

Contoh Jawaban

Saya pikir model masa depan yang ideal akan menjadi pendekatan hybrid yang dirancang dengan cermat, memberi mahasiswa fleksibilitas tanpa mengorbankan keterlibatan. Kuliah inti bisa disampaikan secara online agar mahasiswa dapat mempelajari materi dasar dengan kecepatan mereka sendiri, sementara waktu kelas akan disisihkan untuk diskusi, proyek, dan aktivitas langsung di mana interaksi manusia paling penting. Sistem tutor AI bisa memberikan dukungan yang dipersonalisasi antar sesi, membantu mahasiswa mengerjakan konsep sulit tanpa harus menunggu jam kantor. Saya juga membayangkan virtual reality berperan dalam mata pelajaran seperti sains dan kedokteran, di mana simulasi imersif bisa menggantikan beberapa persyaratan laboratorium tradisional. Kuncinya adalah teknologi harus meningkatkan apa yang ditawarkan dosen dan teman sekelas, bukan menggantikan koneksi manusia yang membuat pendidikan bermakna.

Set Interview 8 dari 8

Skenario: The campus innovation lab is interviewing students about their visions for future technology. Your responses will help shape a student-led research initiative on emerging tech trends.

29
P1 — Faktual

Teknologi baru apa yang baru-baru ini kamu baca atau coba yang membuatmu terkesan?

Contoh Jawaban

Teknologi baru yang paling membuat saya terkesan belakangan ini adalah terjemahan bahasa secara real time melalui earphone. Saya membaca tentang perangkat yang bisa mendengarkan seseorang berbicara dalam satu bahasa dan langsung menyampaikan terjemahan ke telinga dalam bahasa lain. Saya terkesan karena akurasinya telah meningkat secara dramatis dibandingkan alat terjemahan yang lebih lama, dan kecepatannya membuat pengalaman terasa mendekati percakapan alami. Saya mencoba versi demo di pameran teknologi di kampus, dan meskipun belum sempurna, perangkat itu menangani kalimat percakapan dengan cukup baik. Sebagai seseorang yang belajar dalam bahasa kedua, teknologi ini terasa sangat menarik secara personal karena bisa menghilangkan hambatan komunikasi yang saat ini membuat kolaborasi internasional sulit.

30
P2 — Pengalaman

Bisakah kamu ceritakan momen ketika sebuah teknologi baru benar-benar mengubah cara kamu mendekati suatu tugas atau masalah?

Contoh Jawaban

Ketika pertama kali menggunakan tablet pencatat digital yang mengonversi tulisan tangan menjadi teks ketik, hal itu benar-benar mengubah cara saya belajar. Sebelumnya, saya menulis catatan tangan selama kuliah dan kemudian menghabiskan berjam-jam mengetiknya agar bisa dicari dan terorganisir. Tablet itu menghilangkan seluruh langkah kedua itu karena catatan tulisan tangan saya secara otomatis dikonversi dan terorganisir di buku catatan digital. Tablet itu juga memungkinkan saya menggambar diagram bersama teks, yang tidak mudah saya lakukan dengan laptop biasa. Satu perangkat ini menghemat sekitar lima jam per minggu dan membuat catatan saya jauh lebih berguna saat persiapan ujian. Ini adalah salah satu peningkatan teknologi di mana manfaatnya langsung terasa dan nyata.

31
P3 — Pendapat

Apakah menurutmu universitas cukup berinvestasi dalam mempersiapkan mahasiswa untuk teknologi yang sedang berkembang, atau mereka sudah tertinggal?

Contoh Jawaban

Saya pikir sebagian besar universitas sudah tertinggal dalam hal mempersiapkan mahasiswa untuk teknologi yang sedang berkembang. Laju perubahan di bidang seperti kecerdasan buatan, bioteknologi, dan ilmu data sangat cepat, tetapi kurikulum universitas sering membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbarui. Saat sebuah mata kuliah baru disetujui dan diajarkan, teknologi yang dicakupnya mungkin sudah ketinggalan zaman. Saya juga pikir ada kesenjangan antara departemen teknis yang memang terlibat dengan alat baru dan bagian universitas lainnya, di mana mahasiswa ilmu humaniora atau ilmu sosial hampir tidak terpapar teknologi yang sedang berkembang. Pendekatan yang lebih baik adalah mengintegrasikan literasi teknologi ke semua disiplin dan menciptakan mata kuliah singkat yang fleksibel dan bisa diperbarui dengan cepat seiring perubahan lanskap.

32
P4 — Spekulatif

Teknologi yang belum ada saat ini menurutmu akan memiliki dampak terbesar pada kehidupan mahasiswa dalam satu dekade ke depan?

Contoh Jawaban

Saya pikir teknologi dengan potensi dampak terbesar pada mahasiswa adalah lingkungan belajar AI yang sepenuhnya adaptif, yang memahami bukan hanya apa yang kamu ketahui, tetapi juga bagaimana perasaanmu dan cara terbaik kamu belajar di momen tertentu. Bayangkan sebuah sistem yang mendeteksi ketika kamu bingung, frustrasi, atau kehilangan fokus dan menyesuaikan pendekatan pengajarannya secara real time, mungkin beralih dari teks ke penjelasan visual atau menyarankan istirahat lima menit sebelum melanjutkan. Ini melampaui pembelajaran adaptif saat ini karena akan mengintegrasikan kesadaran emosional dengan penyampaian konten akademis. Jika teknologi ini menjadi andal dan tersedia secara luas, ini bisa membuat les pribadi terjangkau untuk setiap mahasiswa terlepas dari latar belakang ekonomi mereka, yang akan menjadi pergeseran transformatif yang sesungguhnya dalam kesetaraan pendidikan.

Cara Menjawab Pertanyaan tentang Teknologi

Empat strategi ini membantu kamu membangun jawaban 45 detik yang kuat dan terstruktur untuk pertanyaan interview apapun yang berkaitan dengan teknologi.

1. Mulai dengan jawaban langsungmu

Awali dengan menyatakan pendapat atau posisimu di kalimat pertama. Untuk pertanyaan teknologi, ini bisa berupa menyebut aplikasi tertentu, memilih pembelajaran online daripada tatap muka, atau menyatakan apakah menurutmu media sosial bermanfaat. Hindari pembukaan yang panjang — penilai ingin segera mendengar jawabanmu yang sebenarnya.

2. Gunakan pengalaman pribadimu

Topik teknologi sangat cocok untuk contoh personal karena semua orang memiliki kebiasaan digital sehari-hari. Sebutkan alat, aplikasi, atau situasi spesifik dari kehidupanmu sendiri. Mengatakan "Saya menggunakan Quizlet untuk mengulang kosakata setiap pagi" jauh lebih berkesan daripada "Teknologi membantu mahasiswa belajar lebih baik."

3. Gunakan kosakata sehari-hari

Kamu tidak perlu jargon teknis untuk mendapat nilai tinggi. Penilai TOEFL mengevaluasi kejelasan, koherensi, dan penggunaan bahasa yang alami — bukan pengetahuan teknologimu. Gunakan kata dan frasa yang nyaman bagimu. Bahasa yang sederhana dan akurat yang disampaikan dengan lancar selalu lebih unggul daripada kosakata rumit yang diucapkan dengan ragu-ragu.

4. Kelola 45 detikmu dengan cermat

Targetkan sekitar 10 detik untuk jawaban langsungmu, 20 detik untuk alasan dan contoh, serta 10–15 detik untuk menutup atau menambahkan poin kedua. Berlatih dengan timer membangun ritme internal yang kamu butuhkan agar tidak kehabisan hal untuk dikatakan maupun terpotong di tengah kalimat.

Kesalahan Umum pada Pertanyaan Teknologi

Hindari kesalahan-kesalahan berikut yang sering dilakukan peserta tes saat menjawab pertanyaan interview tentang teknologi.

!

Berbicara secara terlalu umum dan samar

Mengatakan 'Teknologi sangat penting dalam kehidupan modern' tidak menambah substansi apapun. Sebutkan alat, aplikasi, atau kebiasaan spesifik untuk membuat jawabanmu konkret dan layak dinilai tinggi.

!

Menyebutkan banyak teknologi tanpa kedalaman

Menyebutkan lima aplikasi berbeda dalam 45 detik berarti tidak satupun mendapat penjelasan yang memadai. Fokus pada satu atau dua contoh dan kembangkan dengan alasan yang jelas.

!

Membahas dua sisi tanpa mengambil posisi

Pada pertanyaan pendapat seperti 'Apakah media sosial positif atau negatif?', pilih satu sisi dan dukung. Menyajikan argumen yang seimbang membuang waktu dan melemahkan struktur jawabanmu.

!

Menggunakan frasa hafalan yang terdengar tidak alami

Pembukaan yang dihafalkan seperti 'Di era modern teknologi ini' terdengar terskrip dan menurunkan skor penyampaianmu. Berbicaralah seperti yang kamu lakukan dalam percakapan nyata.

Latihan Topik Teknologi dengan AI

Dapatkan umpan balik instan tentang kelancaran, tata bahasa, dan koherensi dengan latihan TOEFL Speaking bertenaga AI dari LingoLeap — dirancang khusus untuk pertanyaan tentang teknologi dan kehidupan digital.

Mulai Latihan TOEFL

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Seberapa sering topik teknologi muncul dalam TOEFL Speaking Interview?+
Teknologi dan kehidupan digital adalah salah satu kategori topik yang paling sering diuji di bagian Take an Interview TOEFL 2026. Berdasarkan pola soal TOEFL yang umum, pertanyaan tentang aplikasi, media sosial, pembelajaran online, dan waktu layar muncul secara rutin karena berkaitan dengan pengalaman sehari-hari mahasiswa.
Jenis pertanyaan teknologi apa yang muncul dalam TOEFL Speaking?+
Pertanyaan teknologi berkisar dari preferensi pribadi (aplikasi atau alat favorit) hingga pertanyaan berbasis pendapat (dampak media sosial) dan skenario hipotetis (menciptakan teknologi baru). Pertanyaan-pertanyaan ini menguji kemampuanmu mendiskusikan topik digital yang familiar dengan alasan yang jelas dan contoh yang spesifik.
Berapa lama durasi setiap jawaban dalam TOEFL Speaking Interview?+
Setiap jawaban Take an Interview berdurasi 45 detik. Tidak ada waktu persiapan terpisah — jendela jawaban terbuka langsung setelah pertanyaan. Kamu perlu mulai berbicara dengan jawaban yang jelas dan langsung segera.
Apakah saya perlu kosakata teknis untuk menjawab pertanyaan teknologi?+
Tidak. Penilai TOEFL mengevaluasi kelancaran, koherensi, dan penggunaan bahasa — bukan keahlian teknismu. Gunakan kosakata sehari-hari yang kamu kuasai. Mengatakan 'Saya menggunakan aplikasi belajar untuk mengatur catatan' jauh lebih efektif daripada memaksakan jargon rumit yang tidak bisa kamu jelaskan secara alami.
Bagaimana cara menyusun jawaban 45 detik tentang teknologi?+
Gunakan struktur tiga bagian yang sederhana: (1) nyatakan jawaban atau pendapat langsungmu, (2) berikan satu alasan spesifik, dan (3) dukung dengan contoh personal yang konkret. Untuk topik teknologi, ambil dari pengalamanmu sendiri dengan aplikasi, perangkat, atau alat online untuk membuat jawabanmu otentik dan terperinci.
Bisakah saya berlatih topik TOEFL Speaking tentang teknologi dengan AI?+
Ya. LingoLeap menawarkan latihan TOEFL Speaking bertenaga AI yang mensimulasikan format Take an Interview dengan pertanyaan bertema teknologi yang realistis, jawaban 45 detik yang diberi waktu, dan umpan balik instan tentang kelancaran, tata bahasa, dan koherensi.

Panduan Terkait